03.31.07

Dan harga gabah pun naik

Ditulis dalam Majalengka pada 8:31 am oleh kalakay

Pada 1 April 2007, Pemerintah berencana akan menaikan harga pembelian gabah dan beras. Tentu hal ini adalah berita baik bagi sebagian masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai petani. (Konon kata berita) Harga gabah kering panen yang semula Rp 1.750,00/kg menjadi Rp 2.000,00/kg, sedangkan gabah kering giling dari harga Rp 2.200,00/kg menjadi Rp 2.500,00/kg. (wah good news dong yaa buat para petani, siapa tahu bisa menambah kesejahteraan hidup.. amiin).

Tapi apa bener rencana pemerintah menaikan harga gabah menunjukkan keberpihakan / kepedulian penguasa terhadap rakyat jelata..? Penulis kira rencana pemerintah menaikan harga gabah tidak akan berarti jika tidak diikuti dengan adanya langkah yang kongkrit dari (cq bulog) untuk membeli gabah petani. Tetep saja memungkinkan adanya oknum-oknum tengkulak yang bermain dan mengambil keuntungan dari situasi seperti ini. (Ssst jangan bilang-bilang ya.. ente sudah denger kan, boss-nya bulog tersangkut batu eh kasus daging sapi..?) Apa hubungannya tengkulak sama Boss Bulog, ga tahu deh.. Malah bulog keberadaannya seringkali dimanfaatkan untuk kepentingan politik bisnis (ini kata orang berdasi lho, Bulog katanya rawan “perselingkuhan” (yang jelas bukan dengan janda-janda) dan kepentingan politik - maklum negara kita kan berpartai-partai).

Naah.. Apa dengan menaikan harga gabah bisa menjamin harga beras jadi terjangkau oleh rakyat…? Kata orang di tv seh dengan penetapan harga pembelian gabah yang baru, pemerintah berharap bisa menyerap sebanyak-banyaknya produksi gabah dan beras petani. Sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan beras di masyarakat.

Sekedar usul buat para penguasa daerah (terutama yang punya potensi) di sektor pertanian, agar bisa memacu dan mengupayakan swasembada beras, sehingga bisa membantu menciptakan ketahanan pangan nasional dan tidak lagi bergantung kepada negara lain (alias impor beras)

Pertanyaannya, apa dengan harga gabah naik harga beraspun naik???
(waduuuh jangan dong Boss… hidup sudah susah, jangan ditambahin susah doong.. ente enak dapat laptop..!!) :D

2 Tanggapan »

  1. asf berkata,

    Juli 1, 2007 pada 6:46 am

    Harga pembelian bulog katanya naik. Tapi faktanya petani lebih suka menjual ke pembeli yang mendatanginya. Karena harganya lebih tinggi dari harga pembelian bulog.

  2. kalakay berkata,

    Juli 9, 2007 pada 3:35 am

    bisa begitu yaa… kapan bulog (pemerintah) bisa berpihak kepada rakyat (cq. petani) jawabannya nanti kalau mendekati pemilu..? itupun (hanya) sekedar janji.. bukan begitu..? rakyat jelata seperti bemo atau sendal jepit, tubuhnya kecil mungil biasa terjepit, rakyat jelata seperti cicak atau kadal buntung, tubuhnya kecil merengil sulit dapat untung. pada bulog kah ku mengaduuu?

Tinggalkan Komentar